Jumat, 24 Januari 2014

KIMIA ANALITIK (t) KE IV

PRINSIP ANALISIS
 
     Prinsip Kerja yang meliputi sebagai berikut :
1.      Analisis kesadahan total melalui titrasi kompleksometri
Kesadahan total adalah jumlah ion-ion Ca2+ dan Mg2+ yang terdapat dalam suatu sampel air. Kesadahan total salah satunya dapat ditentukan melalui volumetri. Titrasi menggunakan EDTA (etilendiamintetraasetat) sebagai titran dan EBT (Eriochrome Black T, Erio T) sebagai indikator.
2.      Analisis keasaman melalui titrasi asam lemah dengan basa kuat
Titrasi asam basa adalah titrasi yang menyangkut asam dan basa aik kuat maupun lemah. Titrasi asam basa dapat memberikan titik akhir yang cukup tajam dan untuk itu digunakan pengamatan dengan indicator bila pH ekuivalen antara 4 sampai 10.
3.      Analisis kadar H2O2 melalui titrasi redoks.
Reaksi redoks merupakan suatu reaksi yang menyebabkan terjadinya perubahan bilangan oksidasi pada atom-atom dalam komponen yang terlibat dalam reaksi. Reaksi redoks dapat dijadikan sebagai dasar dalam titrasi karena seringkali atom atau senyawa yang sama dengan bilangan oksidasi berbeda memiliki perbedaan warna yang cukup jelas.
4.      Analisis kadar Cl dalam larutan NaCl melalui titrasi argentometri metode volhard.
Argentometri merupakan metode titrasi yang menggunakan larutan pekat nitrat (AgNO3) sebagai titran. Hasil reaksi titrasinya adalah endapan atau garam yang sukar larut.
Reaksi
CH3COOH + NaOH  CH3COONa + H2O
     ALAT DAN BAHAN
Alat           : Buret statif, Erlenmeyer, pipet tetes, pipet ukur.
Bahan     
Titrasi asam basa              : Asam cuka, indikator PP, NaOH 0,1 M.
Titrasi redoks                       : H2O2, H2SO4, dan KMnO4
       PROSEDUR ANALISIS
1.      Titrasi asam lemah dan basa kuat
  • Masukkan 10 ml CH3COOH kedalam Erlenmeyer
  • Tambahkan 2 tetes PP
  • Titrasi dengan NaOH
  • Hingga warna merah muda
  • Hitung volume titran dan tentukan nilai alkalinitas sampel asam cuka.
2.      Titrasi redoks
·               Masukkan 5 ml H2O2, tambahkan 2 ml H2SO4 
·               Titrasi dengan KMnO4
·               Hingga warna KMnO4 hilang (merah muda)
·               Hitung volume titran dan tentukan kadar H2O2.
P      PERHITUNGAN
CH3COOH +NaOH ® CH3COONa + H2O
                 mol CH3COOH   =   1 mol NaOH
               1 (m.v)                  =   1 (m.v)
               1 (m.10)                =   (xv.0,1)
               1 (m.10)                =   (16,5.0,1)
                10 m                    =   1,65
                     m                    =   10
                                                1,65
                     m                    =   0,165
 2.      Titrasi redoks
Volume KMnO4 (XV2)
-                       0 – 10,8 = 10,8
-                10,8 – 21,8 = 11
-                21,8 – 32,4 = 10,6
Volume rata-rata = 10,8+10,6
                                    2
                          =   10,7
PERHITUNGAN
2 KMnO4 + 5 H2O2 + 6 H+             5 O2 + 2 Mn2+ + 8 H2O
2 mol MnO4            =   5 mol H2O2
2 (m.v)                     =   5 (m.v)
2 (XV2 . 0,005)       =   5 (m . 5)
5/2 (10,7.0,005)     =   5 m
5/2 (0,0535)            =   5 m
0,13375                   =   5 m
m                              =   0,13375
                                      5
m                              =   0,02675
 
   ANALISIS DATA
Setiap percobaan analisis penentuan titrasi, hal penting yang harus diperhatikan adalah volume larutan pereaksi (titrannya). Percobaan pada setiap analisis dilakukan tiga kali, dan setiap kali percobaan selisih antara percobaan 1 dengan 2, percobaan 2 dengan 3, dan percobaan 3 volume titran tidak boleh melebihi 0,3 ml.
Selisih 0,3 ml merupakan standar toleransi dalam penentuan titik titrasi, karena jika melebihi 0,3 ml maka titrasi telah melewati titik ekuivalen dan melebihi titik akhir titrasi.Jikaterjadi hal tersebut akan berpengaruh pada perhitungan dan analisis titrasi yang dilakukan akan menjadi kurang akurat.
Pada proses titrasi kita perlu memperhatikan volume larutan pereaksi/titran. Pada analisis keasaman melalui titrasi asam lemah dengan basa kuat, meyangkut asam dan basa baik kuat maupun lemah. Dalam titrasi asam basa ini hal yang sangat mendasar ialah perubahan pH. Dengan penggunaan larutan asam lemah yaitu asam cuka (CH3COOH) sebagai titrat,PP sebagai indikator, dan basa kuat yaitu NaOH sebagai titrannya. PP yang memilki trayek pH 8,0 – 9,6 dengan indkator perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah, asam cuka ialah asam lemah, jadi kisaran pHnya kurangdan mendekati 7. Oleh karena itu, campuran larutan ini tidak berwarna. Ketika dicampu dengan NaOH berubah menjadi merah muda karena NaOH merupakan basa kuat yang pH-nya diatas 7. Sehingga menyebabkan perubahan warna merah muda sesuai dengan indikator larutan PP.
Analisis kadar H2O2melalui titrasi redoks, di bagian ini H2O2ditambah larutan H2SO4akan direaksikan dengan larutan KMnO4 sebagai titrannya. Perbedaan warna yang cukup jelas pada reaksi redoks yaitu warna ungu pekat yang ada pada larutan yang mengandung ion MnO42- (KMnO4). Sehingga titik akhir titrasi yang melibatkan MnO4 sebagai titran ditunjukkan dengan munculnya warna ungu akibat kelebihan ion MnO4. Hasil yang lebih jelas bisa dilihat dari perhitungan rumus pada bagian hasil pengamatan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar